Evaluasi yang Sering Diabaikan

Evaluasi yang Sering Diabaikan-Ada salah satu evaluasi yang sering diabaikan. Sebelum kesana lebih jauh, tentu kita perlu dulu paham akan evaluasi itu.

Pengertian Evaluasi

Evaluasi atau penilaian menurut Nana Sudjana diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Proses tersebut berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. Interpretasi dan judgment merupkan tema penilaian atau evaluasi yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu (Nana Sudjana, 2009: 3).

Dari pengertian di atas, paling tidak kita dapat memahami bahwa evaluasi itu adalah penilaian terhadap capaian sesuatu, yang dalam konteks ini adalah capaian peserta didik.

Sadar atau tidak, ada beberapa objek dari evaluasi yang sering sekali diabaikan. Atau mungkin bila tidak cocok diberi helar "pengabaian", mungkin diganti dengan "dilupakan".

Oke, setelah kita menyimpulkan tentang apa itu evaluasi, maka selanjutnya yang perlu kita pahami disini adalah tenatng apa saja objek evaluasi.

Objek dalam Evaluasi

Evaluasi seperti yang dimaksudkan di atas itu merupakan suatu tindakan untuk menilai hasil capaian peserta didik. Apa saja yang dinilai? Disini, berbicara peserta didik tentu adalah manusia, dan manusia itu adalah makhluk hidup yang segalanya perlu untuk dinilai.

Ada 3 ranah yang merupakan objek dari evaluasi, yaitu:
Ketiga bagian ini merupakan ranah dalam pendidikan secara umum, yang juga merupakan objek dari evaluasi tentunya. Seluruh ranah itu harus mencakup dari sebuah evaluasi. Begitu idealnya.

Disini, kita tidak akan membahas satu persatu tentang ketiga ranah di atas itu, melainkan mengarah kepada apa yang dimaksudkan oleh judul dalam postingan ini, yaitu evaluasi yang sering sekali diabaikan.

Hal yang sering Diabaikan dalam Evaluasi

Dari ketiga ranah di atas itu, ada satu ranah yang jarang sekali dilaksanakan oleh guru. Memang, secara administratif keseluruhan ranah ini masuk ke dalam rapor siswa, dan rapor siswa itu biasanya dapat diselesaikan oleh guru. Artinya guru itu sudah melakukan penilaian terhadap ketiga ranah ini.

Oke kalau begitu, simak penjelasan berikut ini:
Tujuan dari evaluasi tentu untuk meningkatkan kemampuan hasil capaian sesuatu.

Misalnya begini, kita melakukan evaluasi terhadap pengetahuan atau kognitif siswa. Tentu, ada namanya remedial sebagai penguat bagi siswa yang belum mampu lulus dalam materi yang diujiankan.

Disini ada remedial, sementara bagaimana dengan ranah afektif?

Nah, disini mulai terbuka, bahwa yang dimaksudkan ranah yang sering di abaikan itu adalah ranah afektif.

Ranah afektif ini erat kaitannya dengan perilaku manusia. Tentu, ini merupakan hal yang tak kalah pentingnya.

Ranah Afektif di Era Modern

Nampaknya era modern ini memang perlu untuk meluruskan afektif siswa sesuai dengan yang dicita-citakan. Afektif, nampaknya bagian yang perlu untuk ditonjolkan di era modern ini.

Mungkin kita semua mengerti tentang perilaku siswa diluar sana. Sering diberitakan melalui media baik online maupun surat kabar, yang memberitakan tentang keributan siswa mulai dari tawuran antar siswa, kemudian siswa melawan guru di kelasnya, melawan orangtuanya, dan lain sebagainya.

Hal ini cukup memprihatinkan. Bila disimak, kelakuan semacam ini dampak dari ranah yang mana? Kognitif, afektif, atau kah psikomotorik?

Mungkin cenderung pada afektif.

Oleh sebab itu, tentu nilai afektif ini dirasa sangat perlu diperkuat untuk pendidikan di era modern ini.

Peserta didik itu sudah cukup cerdas dalam menggunakan media di era modern ini. Salah satu media yang paling terkenal adalah internet. Menyelesaikan tugas sekolahnya, hanya tinggal mengetikkannya di mesin pencarian google, lalu kemudian mendapatkan jawabannya. Hal yang sangat sederhana.

Namun, dibalik itu semua, ada yang terlupakan. Yaitu nilai dari peserta didik itu sendiri.

Oleh sebab itu, di era modern ini, harapan besar adalah jangan sampai mengabaikan ranah afektif ini. Justru lebih memperkuat ranah ini sebagai cara untuk membentuk watak dan karakter siswa demi terciptanya manusia yang insan kamil.

0 Response to "Evaluasi yang Sering Diabaikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel